Hari ini, akhirnya mimpi kecil itu tercapai. Aku bergabung di acara Kita Bisa, bukan lagi di kota tempatku biasa volunteer, tapi di kota lain yang dulu hanya lewat di pikiranku. Ada perasaan campur aduk ketika tiba: sedikit gugup, sedikit ragu, tapi lebih banyak rasa syukur.
Seiring berjalannya waktu, rasa asing itu perlahan larut dalam tawa, obrolan, dan kerja sama. Aku bertemu banyak teman baru, masing-masing dengan cerita unik dan semangat yang sama. Kami berbeda latar belakang, tapi tujuan kami serupa—memberi, meski dengan cara sederhana.
Yang paling berkesan, aku dipertemukan dengan para lansia yang begitu baik hati. Dari mereka aku belajar tentang ketulusan, tentang bagaimana kasih sayang bisa terpancar hanya lewat senyum dan tatapan hangat. Meskipun usia mereka jauh di atasku, semangat hidupnya membuatku merasa seperti sedang belajar dari guru kehidupan.
Kadang orang berpikir volunteer hanyalah soal membantu orang lain. Padahal, seringkali justru kita yang dibantu. Dibantu untuk belajar, untuk tumbuh, untuk merasa lebih hidup. Hari ini aku pulang bukan hanya dengan pengalaman baru, tapi juga dengan hati yang lebih hangat, teman-teman baru, dan kenangan bersama para lansia yang akan selalu kuingat.
Wishlist itu kini sudah tercentang. Tapi aku tahu, perjalanan ini baru awal. Karena setiap langkah kecil dalam berbagi, akan selalu melahirkan cerita besar yang tak pernah selesai. 🌻✨
Tidak ada komentar:
Posting Komentar